BANNER ADS 728X90
BANNER 728X90

HIKMAH TIROIDEKTOMI



Bismillah.
Alhamdulillah, sudah 2 minggu lebih post tiroidektomi..artinya 2 minggu lebih hidup tanpa tiroid. Atas pertolongan Allah, Operasi pengangkatan total tiroid saya berjalan lancar. Sebenarnya, bukan mau menceritakan kesedihan atau sakit yg saya alami, tapi ingin berbagi hikmah dibalik sakit tersebut.  Pasti banyak nanya,  penyebabnya apa? Kok bisa kaya gitu? Gimana ceritanya? dan lain lain..jadi memang mau tak mau cerita sedikit tentang kronologinya.

Singkat saja, 2 tahun yang lalu saya ada benjolan di tiroid. Ga ada keluhan sakit, susah menelan, atau sesak nafas. Biasa aja.  Mau operasi ketunda karena saya hamil, lalu melahirkan. Nah, karena Bilal udah  1 tahun lebih, saya putuskan untuk operasi. Cek hormon tiroid normal, jadi bisa langsung menjalani prosedur selanjutnya. Saya operasi di RSUD Jogja, dengan BPJS (gratis tis), dan ditangani dengan baik oleh dr Herjuna Hardiyanto
 Sp.B.Onk(k) (semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan keluarganya). Penyebabnya apa? Saya juga ga tau. Jadi semua orang bisa berpotensi kena.

Dibalik semua ini, Allah menunjukkan kepada saya bahwa manusia itu benar benar lemah. Allah menunjukkan kepada saya bahwa dunia ini memang tempatnya ujian. Selama periksa, saya berteman dengan pasien lain. Kebanyakan pasien kanker. Mereka menyemangati saya.

"Operasi itu gapapa dek, tau2 nanti udah di kamar, ga sakit. Cuma kaya luka biasa aja".
"Gapapa dek, operasi, ibu udah 3 kali ini operasi. Mudah2an masih bisa sembuh." Lalu ibu itu menangis. Saya bingung harus gimana. Karena saya sendiri juga takut. Takut kenapa kenapa. Takut hasil PA nya ganas. Takut setelah operasi, pita suaranya bermasalah. Takut kualitas hidup menurun. Dan lain lain. Saya berdoa. Terus berdoa. Saya ga mau mengeluh. Saya yakin akan janji Allah.

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)"

Saya  yakin bahwa ini adalah yang terbaik. Sakit membuat saya lebih dekat dengan Yang Maha Menyembuhkan. Sakit membuat saya sadar, bahwa lelahnya mengurus anak dan keluarga adalah suatu kenikmatan. Sakit membuat saya mengerti bahwa kegalauan hidup tentang karir, jodoh, anak, adalah tidak seberapa dibandingkan dengan mereka yg diuji dengan sakit kronis. Kita mungkin mengeluhkan anak  rewel, atau mengeluhkan susahnya kuliah, susahnya kerja, jalanan macet, gaji ga sesuai, badan capek dan semisalnya. Ternyata banyak saudara kita, ga sempat galau masalah kaya gitu .. hari-harinya hanya untuk berjuang agar bisa "tetap hidup".

Menjadi tuna tiroid, bagi saya bukan suatu masalah yang harus dibesar - besarkan. Allah hanya mengambil satu, dan masih menyisakan anggota tubuh lainnya. Allah berhak mengambil apapun, karena sejatinya semua yg ada pada diri saya adalah milik Allah. Atas pertolongan Allah, saya masih bisa bertahan hidup dengan hormon sintetik. Siapapun penemunya, saya berterimakasih sekali kepada beliau. Saya semakin sadar, waktu di dunia ini terbatas. Mari bersama sama memperbaiki diri. Tidak ada jaminan kita hidup sampai tua. Akan ada waktu khusus, untuk apa masa muda kita dihabiskan.

“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu)" (HR. At-Tirmidzi)

Gunakan waktu sehat sebaik baiknya. Untuk belajar, untuk beramal. Pasti tiba waktunya, aku, kamu, kita, berkumpul di padang mahsyar.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Apapun masalah yang sedang kita hadapi sekarang, jangan mengeluh ya. Bolehlah, sekali sekali ke rumah sakit. Biar kita sadar, "masalah" yg kita keluhkan itu, terkadang "masalah" yg diinginkan oleh mereka yang sedang sakit. Jadi tau kan, sehat itu memang nikmat luar biasa yang harus dimanfaatkan sebaik baiknya.

Baca juga: Satu nikmat Diambil, Allah kasih solusinya
HIKMAH TIROIDEKTOMI HIKMAH TIROIDEKTOMI Reviewed by Zata Lini on February 04, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.